Selasa, 20 Maret 2012

1 litre of tears T.T I like this dorama so much!

Hai udah pada pernah nonton 1 litre of tears?? udah pernah ya? hmmm melas banget gue, baru tau kalo ada dorama sekeren ini -.-' padahal ini dorama udah lama banget ya, tahun 2005. dan katanya udah pernah tayang di TV lokal, tapi amat disayangkan gue sama sekali nggak tau! --"

jujur gue emang baru kecanduan dorama Jepang akhir-akhir ini. gue mulai suka nonton dorama mulai kelas XI, ketularan sama temen sekelas gue (Namanya Mia). dia sering gitu minjemin gue DVD dorama-dorama Jepun. awalnya gue emang nggak interest sih sama dorama-dorama gitu, karena gue pikir ceritanya ngebosenin dan banyakan cinta-cinta-an. tapi setelah gue coba tonton, wowww I'm gettin addicted! seriously! ceritanya kebanyakan mengandung arti yang jlebb (re: dalem), simpel, kadang konyol, dan moral value-nya dapettt!

oke balik lagi ke 1 litre of tears. 1 litre of tears adalah dorama yang bener-bener menguras emosi penonton. nah lo denger judulnya aja udah ketahuan deh kalo ini dorama bakalan menguras air mata, seperti judulnya-1 litre of tears emang bener deh, gue pas nonton dorama ini mewek gak ketulungan. apalagi you know gak sih, gue itu orangnya agak melankolis gitu. sekali ada adegan yang touching dikit, gue langsung mewek. padahal kebanyakan orang bilang "Biasa aja tuh, nggak ada mellow-mellownya. kenapa lo nangis Mon?" *jitak
eh denger-denger dorama ini pernah di copy sama Indonesia di film serial Natal, Buku Harian Nayla. gue nggak begitu mengikuti serial itu sih, tapi emang sama sih inti ceritanya -.-"
okay, nggak akan bahas lagi soal plagiarisme itu. sekarang gue mau share tentang sinopsis 1 litre of tears.
enjoy ya :) siapa tau bisa dijadiin rekomendasi buat temen-temen sekalian yang belum pernah nonton dorama ini.
cekidot!


1 Litre no Namida (1リットルの涙 Ichi Rittoru no Namida.  "1 Litre of Tears" also known as A Diary with Tears atau A Diary of Tears) merupakan drama TV Jepang Fuji Television. dorama ini merupakan sebuah kisah nyata tentang  seorang gadis yang menghidap penyakit ataksia spinoserebelar (salah satu penyakit mematikan yang menyerang syaraf, sampai sekarang belum ada obatnya) saat baru berusia 15 tahun, yang pada akhirnya ia meninggal di usia 25 tahun.

Dorama ini merupakan adaptasi dari buku harian yang ditulis oleh gadis Jepun bernama Aya Kitō yang menghidap penyakit ataksia spinoserebelar.  Aya terus menulis buku harian hingga ia tidak mampu lagi memegang pen. dorama ini dibuat setengah tahun setelah kematian Aya. dan of course, based on Aya's true story.
 penyakit ataksia spinoserebelar menyebabkan penderitanya menjadi lumpuh, sulit untuk berbicara dan pada akhirnya yang ia lakukan hanya bisa berbaring ditempat tidur. dan pada akhirnya menyebabkan kematian. 

Aya sebenarnya adalah seorang gadis yang pintar, seorang anak dan kakak yang baik di keluarganya. Awalnya, ibu Aya merasa sangat curiga karena Aya sering kali jatuh dan sering beliau perhatikan cara Aya memegang sumpit yang terkesan aneh. Aya pun sering menjatuhkan barang-barang. hal ini terasa sangat aneh dimata ibu Aya. hingga pada suatu hari beliau membawa aya ke badan Neurologi untuk check up. 

Ibu Aya yang juga seorang konsultan kesehatan begitu tanggap akan penyakit Aya. 
hingga suatu hari salah satu dokter ahli Neurologi menemui ibu Aya dan menjelaskan bahwa aya menderita penyakit ataksia spinoserebelar, penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Ibu Aya begitu shocked, hingga beliau memutuskan untuk mencari informasi pada dokter-dokter lain, menemui seorang spesialis terkenal, membaca buku-buku, dan mengumpulkan banyak informasi dari internet. hasilnya tetap sama, nasib telah memilih Ikeuchi Aya sebagai penderita ataksia spinoserebelar. Ibu Aya benar-benar terpukul. ia kemudian menceritakan perihal penyakit Aya kepada suaminya, Ikeuchi. keduanya benar-benar terpukul "Kenapa harus Aya? She's just 15th" 
mereka pun memutuskan untuk tidak memberitahu Aya tentang penyakit ini hingga mereka benar-benar siap untuk menceritakannya pada Aya suatu hari.

Seperti kebanyakan remaja, masa muda Aya dipenuhi dengan asmara. Ia pernah nge-date dengan salah satu seniornya, Yuji. Aya juga seorang atlet basket handal di klub basket sekolahnya. hingga suatu hari Aya merasakan ada keanehan dalam dirinya. ia sepertu sulit mengendalikan tubuhnya sendiri, dan kurang gesit saat bermain basket. Aya mulai mencari informasi tentang penyakitnya. hingga akhirnya ia temukan sendiri nama penyakitnya: ataksia spinoserebelar. Ia begitu terpukul! namun ia tetap berusaha untuk tegar.
suatu hari, Aya tampil sebagai pemimpin paduan suara kelasnya saat acara pentas. lagu Sangatsu Kokonoka menjadi lagu yang mereka nyanyikan saat itu.




sepulang pentas, orang tua Aya menyajaknya ke Rumah sakit. Mereka bermaksud hendak memberitahu Aya tentang penyakit apa yang sebenarnya Aya derita. karena sudah tahu dengan sendirinya saat bertemu dokter Aya berkata: "Apakah ataksia spinoserebelar? apakah itu penyakit yang aku derita, dok?" 
dokter Mizuno (cakep banget ini dokter, swear! :D) hanya menjawab ya dan sedikit heran karena Aya telah mengetahui sendiri penyakitnya.
"Kenapa harus aku?? Kenapa penyakit ini memilihku?" isaknya.
*bagian ini mulai touching hiks T.T
 setelah menerima vonis itu,Aya sangat terpukul dan terpaksa ia harus keluar dari klub basketnya. dan juga.. breakup dengan Yoji. Yoji mendapat tekaanan dan tidak bisa menerima kenyataan kalau Aya pada akhirnya akan lumpuh.
namun disisi lain ada seseorang yang begitu peduli dengan Aya. siapa dia? Haruto Asou. Asou adalah teman sekelas Aya. mereka pertama kali bertemu saat tes masuk SMA, waktu itu Asou menolong Aya saat terjatuh di parkitan sepeda. walaupun terkesan cuek dan dingin, Asou sebenarnya adalah seorang sweet guy. ahh romantis deh pokoknya :D

nah ini ceritanya pas Asou ngejar Aya ke taman. Aya sebenernya mau ketemuan sama Yoji. eh ternyata si Yoji-nya nggak dateng. Asou rela lari-larian nyusul Aya ke taman cuma buat bilang: "Dia (Yoji) nggak bakalan datang" rela hujan-hujanan cuma buat mayungin Aya.
hehe sebelumnya sory banget ya gambar2nya resolusinya emang kecil-kecil karena gue cuma capture pake aplikasi di laptop hehe gomen na ^^V


 romantis aaaa :D
 Asou-pun menjadi teman yang bisa diandalkan saat teman-teman Aya yang lain pada ngejauh karena ngerasa direpotkan sama Aya yang udah nggak bisa jalan kayak normal dan harus pake kursi roda.

 Aya digendong pas nurunin tangga sekolah
 Aya lagi nangis, Asou ngasih sapu tangan
 Asou pun nangis dan bilang kalo sebenarnya ia nggak jauh beda dengan teman-teman lain. dia bilang kalo belum bisa ngasih apa-apa buat Aya. u,u so sweet banget ini si Asou T.T

mereka berdua sama-sama nangis. Aya ngucapin terima kasih karena selama ini Asou udah selalu ada saat Aya butuh, Aya berterimakasih atas semua kebaikan yang Asou berikan. walaupun Asou sendiri ngerasa kalau dia belum bisa melakukan apa-apa untuk Aya. 
*tes tes tes, gue banjir air mata T.T (beneran)

Pada akhirnya Aya harus pindah ke Disabled School a.k.a Sekalah untuk penyandang cacat, karena desakan dari wali murid teman-teman sekelas Aya yang banyak komplain karena keberadaan Aya yang nggak bisa mandiri saat berjalan. dan mereka bilang itu sangat mengganggu kegiatan belajar temen-temen lainnya. akhirnya Aya pun memutuskan untuk pindah ke sekolah penyandang cacat. Aya pun berpamitan  dengan teman-teman sekelasnya dan minta maaf karena selama ini telah merepotkan. mereka(teman-teman sekelas Aya) banyak yang feel touched dan akhirnya mengejar Aya ke Gerbang (Didahului dengan Asou :)) Asou kemudian menyanyikan lagu perpisahan untuk Aya, lagu Sangatsu kokonoka yang juga dinyanyikan saat pentas dulu.. aww so sweet.
mereka semua kemudian menyanyi untuk Aya :')
hiks yang ini juga touching banget :'(


sekilas lirik lagunya: 

Nagareru kisetsu no mannaka de
Futo hi no nagasa wo kanji masu
Sewashiku sugiru hibi no naka ni
Watashi to anata de yume wo egaku

San gatsu no kaze ni omoi wo nosete
Sakura no tsubomi wa haru he to tsuzuki masu

Afuredasu hikari no tsubu ga
Sukoshizutsu asa wo atatame masu
Ookinaa kubi wo shita ato ni
Sukoshi tereteru anata no yoko de


walaupun udah beda sekolah, Asou tetep sering mengunjungi Aya di sekolah barunya. Asou juga ngajakin Aya lihat lumba-lumba di akuarium gedhe gitu deh (sejenis Sea World lah kalau di Indonesia :D) dan Asou ngasih gantungan HP berbentuk dolphin buat Aya.punya Aya warnanya pink, punya Asou warnanya biru. jadi kayak sepasang gitu deh aaa romantis deh pokoknya :D


Suatu hari Asou mengunjungi Aya di Sekolahnya. disini Asou jujur tentang perasaannya. dan bilang: "Aku suka kamu" :') "Walaupun sulit bagimu untuk berbicara, aku akan tetap terus mendengarkanmu, Walaupun sulit bagimu untuk berjalan, aku akan tetap menunggumu" hiksss romantis :')

 keadaan Aya kian memburuk, ia menjadi sangat sulit untuk berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya. disaat inilah peran ibu Aya begitu besar. Ia begitu sabar merawat Aya. suatu malam Aya tidak bisa tidur. ia memutuskan untuk keluar dari kamar rumah sakit dan menghubungi ibunya. namun karena keterbatasan tubuhnya Aya tidak bisa memencet nomor telepon rumahnya. disaat itulah muncul naluri seorang ibu. karena merasa tidak enak, ibu Aya segera mendatangi Rumah Sakit dan mendapati Aya sedang menangis di lobi. "Ibu, aku tidak bisa tidur, aku takut untuk memejamkan mataku. aku takut tidak bisa trbuka lagi. aku ingin menghubungi rumah dan mendengar suaramu, namun aku tidak bisa menekan nomor telepon dengan benar..." :')
 suatu hari Aya mendapat undangan pernikahan dari Sensei (guru) sekolah penyandang cacat. Aya mendapat lemparan bunga dari pengantin wanita
 Aya dan Asou saat di dekat Gereja
 Aya pun memberikan sebuah surat untuk Asou
 Kemudian mereka mendengar dentang lonceng Gereja. Aya-pun berpikir "Apakah aku juga bisa menikah??"
 isi surat dari Aya (Tulisannya menjadi kurang rapi karena aya sangat sulit menggerakkan tangannya)
 Asou membaca surat dari Aya
 dalam surat itu Aya menulis bahwa mereka tidak bisa lagi bersama, karena keterbatasan Aya. dan Aya menyadari bahwa masa depan Asou masih sangatlah panjang
 Aya memutuskan utuk tidak lagi menemui Asou
 Aya juga mengembalikan gantungan HP dolphinnya



hingga akhirnya saat aya sudah tak bisa berbicara lagi, Asou menemuinya



 Aya hanya dapat berkomunikasi dengan menunjuk plat bertuliskan huruf-huruf hiragana san katakana
 Aya terus menulis buku harian hingga halaman terakhir yang bertuliskan Arigatou (terima kasih) melihat ini Asou begitu sedih. ia terus memberi semangat pada Aya agar tetap bertahan hidup.

hingga akhirnya.... 5 tahun kemudian Aya meninggal dunia.
buku hariannya telah dipublikasikan dan menginspirasi banyak orang.
Asou akhirnya menjadi seorang Dokter ahli Neurologi. ditahun-tahun pertamanya setelah ditinggal Aya, Asou belum bisa move on, bahkan ia cenderung kurang dapat berinteraksi dengan pasien-pasiennya. hingga akhirnya ia sadar bahwa ia harus melakukan yang terbaik untuk Aya yang kini sudah ada di dunia yang berbeda.
 gantungan HP dolphin yang masih asou simpan
 terkadang Asou ingin sekali mendengar suara Aya. Ia begitu merindukan Aya. pernah ia menelpon pnsel Aya, yang tentu saja sudah tidak lagi aktif dan hanya terdengar suara customer service dari ponselnya

 Asou menangis T.T *huaaaa
 namun ia akhirnya ia sadar, ia harus mengusahakan yang terbaik untuk hidupnya dan juga untuk Aya yang sudah ada di dunia yang berbeda
Asou mencoba berinteraksi dengan pasiennya, yang juga mengalami penyakit yang sama seperti Aya.  Asou pun berusaha untuk memberikan harapan hidup kepada pasien-pasiennya dan berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan ataksia spinoserebelar

Gimana ceritanya??? touching banget kan??? T.T
keren deh pokoknya!  yang belom pada nonton, ayo buruan nonton!!! :D
Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon