Minggu, 11 Desember 2011

Analisis Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim (Laporan Praktikum Biologi)


Laporan  Praktikum

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi






Oleh:
1.      Agustaf Prasetiyo                          (XII IPA 3-02)
2.      Kamal Firmansyah                        (XII IPA 3-18)
3.      Mia Wahyu Nisa                           (XII IPA 3-23)
4.      Monika Meitasari Astuti               (XII IPA 3-24)
5.      Tri Rustiyaningsih                         (XII IPA 3-31)



SMAN 1 BOJA
2011/2012

I.                   Landasan Teori
Enzim
Enzim merupakan suatu kelompok protein yang berperan penting di dalam aktivitas biologic. Enzim berfungsi sebagai katalisator si dalam sel dan sifatnya sangat khas. Di dalam jumlah sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga di dalam keadaan normal tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan hasil akhir reaksinya.di dalam sel terdapat banyak jenis enzim yang berlainan kekhasannya, sehingga suatu enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu saja. Ada enzim yang dapat mengkatalisa suatu kelompok substrat, ada pula yang hanya satu kelompok substrat saja, dan ada pula ynag bersifat stereospesifik. Karena enzim mengkataliser reaksi-reaksi di dalam system biologis, maka enzim juga disebut sebgai biokatalisator
Bagian protein dari enzim disebut apo-enzim, sedangkan enzim keseluruhannya disebut haloenzim.
Bagian protein ( tak aktif )          +          non-protein                   = haloenzim ( aktif )
            ( apoenzim )                          ( gugus protestik )
Kespesifikan enzim dibedakan dalam : kespesifikan optik dan gugus ( M.T Simanjuntak, 2003 ). Kespesifikan optik tampak pada enzim-enzim yang bekerja terhadap karbohidrat. Umumnya, enzim-enzim ini hanya bekerja terhadap karbohidrat isomer D bukan L. Sebaliknya, enzim-enzim yang bekerja terhadap asam amino dan protein hanya bekerja pada asam amino L dan bukan pada isomer D. Kespesifikan gugus menunjukkan bahwa enzim hanya dapat bekerjaterhadap gugus yang tertentu. Enzim alkohol dehidrogenase tidak dapat mengkatalisis reaksi dehidrogenasi pada senyawa bukan alcohol ( Hafiz Soewoto,2000).
Klasifikasi enzim berdasar Commission on Enzim Of The Internasional uinion of Biochemistry ( CEIUB ) atau Internasional Enzim Commision ( IEC ) adalah sebgai berikut :
1.      Enzim yang berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi contoh oksigenase
2.      Enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan gugus tertentu contoh enzim transaminase
3.      Enzim yang berperan dalam reaksi hidrolisis contoh peptidase
4.      Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi addisi atau pemecahan ikatan rangkap contoh liase
5.      Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi isomerisasi contoh alanin rasemase
6.      Enzim yang berperan dalam mengkataliser reaksipembentukan ikatan dengan bantuan pemecahan ikatan dalam ATP( ligase ) ( M.T. Simanjuntak, 2003).
Seperti molekul protein lainnya sifat biologis enzim sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiko kimia. Enzim bekerja pada kondisi tertentu yang rerlatif ketat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerj enzim antara lain suhu, pH, oksidasi oleh udara atau senyawa lain, penyinaran ultraviolet, sinar x, α, β, dan γ. Di samping itu, kecepatan reaksi enzimatik dipengaruhi pula oleh konsentrasi enzim maupun substratnya ( Hafiz Soewoto,2000).

Pengaruh konsentrasi substrat :
Pada suatu reaksi enzimatik bila konsentrasi substrat diperbesar, sedangkan kondisi lainnya tetap, maka kecepatan reaksi (v) akan meningkat sampai suatu batas kecepatan maksimum (V). Pada titik maksimum ini enzim telah jenuh dengan substrat.
Dalam suatu reaksi enzimatik, enzim akan mengikat substrat membentuk kompleks enzim-substrat [ES], kemudian kompleks ini akan terurai menjadi [E] dan produk [P]. Makin banyak kompleks [ES] terbentuk, makin cepat reaksi berlangsung sampai batas kejenuhan [ES]. Pada konsentrasi substrat [S] melampaui batas kejenuhan kecepatan reaksi akan konstan. Dalam keadaan itu seluruh enzim sudah berada dalam bentuk kompleks E-S. Penambahan jumlah substrat tidak menambah jumlah kompleks E-S.



.
II.                Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim katalase.

III.             Hipotesis
Hipotesis dari praktikum ini adalah bahwa konsentrasi substrat berpengaruh terhadap aktivitas enzim katalase.

IV.             Alat dan Bahan

1.      Tabung Reaksi dan rak Tabung Reaksi
2.      Mistar
3.      Pipet ukutan 10ml dengan penyedotnya
4.      Pena marker atau label
5.      Scalpel atau cutter
6.      Akuades
7.      Hati sapi segar
8.      Hidrogen Peroksida (H2O2

V.                Cara Kerja
1.      Siapkan 5 tabung reaksi yang diberi label 1-5
2.      Ambil hidrogen peroksida (H2O2) dan akuades kedalam tabung reaksi dengan volume sebagai berikut:
Tabung Reaksi
Volume (mL)
 H2O2
Akuades
1
0
10
2
2,5
7,5
3
5
5
4
7,5
2,5
5
10
0

3.      Aduk larutan pada tiap-tiap tabung reaksi
4.      Sementara ada beberapa yang menyiapkan tabung reaksi, yang lain menyiapkan 5 potong hati sapi berbrntuk balok dengan panjang 6cm, lebar 0,5cm, dan tinggi 0,5cm.
5.      Masukkan masing-masing potongan hati sapi kedalam tabung reaksi. Tandai ketinggian awal permukaan larutan dengan menggunakan pena marker.
6.      Setelah 5 menit ukur ketinggian gelembung oksigen yang terbentuk di dalam tabung reaksi. Jika gelembung oksigen pada salah satu tabung reaksi sudah mencapai salah satu mulut tabung sebelum 5 menit, maka ukur ketinggian gelembung pada semua tabung reaksi. (ketinggian gelembung oksigen diukur mulai dari batas awal tanda marker sampai batas teratas gelembung oksigen).
7.      Catat data yang kamu peroleh pada tabel.
8.      Buatlah suatu grafik sebagai hubungan aktivitas enzim menggunakan ketinggian gelembung oksigen dengan konsentrasi Hidrogen Peroksida.

VI.             Hasil Praktikum

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabung Reaksi
Volume (mL)
Ketinggian (cm)
Adanya Gelembung
Banyak Gelembung
waktu
 H2O2
Akuades
awal
akhir
1
0
10
7
9,8
tidak ada
-

2
2,5
7,5
7
luber
ada
++
01:52.6
3
5
5
7
luber
ada
+++
01:41.1
4
7,5
2,5
7
luber
ada
++++
00:10.6
5
10
0
7
luber
ada
+++++
00:08.1





VII.          Analisis Data
a)                  Tabung reaksi 1,yaitu pada 10 ml aquades. Tidak terjadi reaksi apapun. Tidak muncul gelembung dan tidak terjadi perubahan ketinggian.
b)                  Tabung reaksi 2, yaitu pada 7,5 ml aquades dan 2,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi walaupun berjalan lambat. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya sedikit gelembung dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian maksimum (luber) yaitu 1 menit 52 detik.
c)                  Tabung reaksi 3, yaitu 5,0 ml aquades dan 5,0 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang lebih cepat di banding pada tabung reaksi 2. Hal ini dikarenakan dalam waktu 1 menit 41 detik muncul gelembung dengan ketinggian maksimum (luber)
d)                 Tabung reaksi 4, yaitu 2,5 ml aquades dan 7,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang cepat disbanding tabung reaksi 3. gelembung sudah melebihi mulut tabung reaksi pada detik ke-10
e)                  Tabung reaksi yang ke-5, yaitu 10 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang sangat cepat, karena gelembung melebihi mulut tabung reaksi hanya dalam waktu 8 detik
VIII.       Diskusi (Jawaban Pertanyaan)
1.      Darimanakah sumber katalase pada percobaan ini?
Jawab: Sumber katalase pada percobaan ini adalah hati sapi dengan hidrogen peroksida sebagai substratnya.
 





IX.             Simpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      aquades sebanyak 10 ml tidak mempengaruhi kecepatan reaksi sama sekali ( karena tidak ada substrat)
2.      Adanya hidrogen peroksida, menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat
3.      Hati sapi berperan sebagai enzim, sedangkan hidrogen peroksida sebagai substratnya (bahan tempat enzim bekerja).
4.      Jumlah atau konsentrasi substrat berpengaruh terhadap mekanisme kerja enzim. Kerja enzim berlangsung lambat apabila jumlah substratnya sedikit. Sebaliknya, jika jumlah substratnya banyak, maka akan semakin cepat kerja suatu enzim tersebut.

X.                Daftar Pustaka
Sembiring, Langkah. 2006. Biologi Untuk Kelas XII. Jakarta: Sunda Kelapa
http://chocolate-purplepharmacy.blogspot.com/2011/04/pengaruh-suhu-ph-konsentrasi-enzim.html

Lampiran 









Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon