Showing posts with label Tugas Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Sekolah. Show all posts

12.11.2011

Analisis Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim (Laporan Praktikum Biologi)


Laporan  Praktikum

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi






Oleh:
1.      Agustaf Prasetiyo                          (XII IPA 3-02)
2.      Kamal Firmansyah                        (XII IPA 3-18)
3.      Mia Wahyu Nisa                           (XII IPA 3-23)
4.      Monika Meitasari Astuti               (XII IPA 3-24)
5.      Tri Rustiyaningsih                         (XII IPA 3-31)



SMAN 1 BOJA
2011/2012

I.                   Landasan Teori
Enzim
Enzim merupakan suatu kelompok protein yang berperan penting di dalam aktivitas biologic. Enzim berfungsi sebagai katalisator si dalam sel dan sifatnya sangat khas. Di dalam jumlah sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga di dalam keadaan normal tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan hasil akhir reaksinya.di dalam sel terdapat banyak jenis enzim yang berlainan kekhasannya, sehingga suatu enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu saja. Ada enzim yang dapat mengkatalisa suatu kelompok substrat, ada pula yang hanya satu kelompok substrat saja, dan ada pula ynag bersifat stereospesifik. Karena enzim mengkataliser reaksi-reaksi di dalam system biologis, maka enzim juga disebut sebgai biokatalisator
Bagian protein dari enzim disebut apo-enzim, sedangkan enzim keseluruhannya disebut haloenzim.
Bagian protein ( tak aktif )          +          non-protein                   = haloenzim ( aktif )
            ( apoenzim )                          ( gugus protestik )
Kespesifikan enzim dibedakan dalam : kespesifikan optik dan gugus ( M.T Simanjuntak, 2003 ). Kespesifikan optik tampak pada enzim-enzim yang bekerja terhadap karbohidrat. Umumnya, enzim-enzim ini hanya bekerja terhadap karbohidrat isomer D bukan L. Sebaliknya, enzim-enzim yang bekerja terhadap asam amino dan protein hanya bekerja pada asam amino L dan bukan pada isomer D. Kespesifikan gugus menunjukkan bahwa enzim hanya dapat bekerjaterhadap gugus yang tertentu. Enzim alkohol dehidrogenase tidak dapat mengkatalisis reaksi dehidrogenasi pada senyawa bukan alcohol ( Hafiz Soewoto,2000).
Klasifikasi enzim berdasar Commission on Enzim Of The Internasional uinion of Biochemistry ( CEIUB ) atau Internasional Enzim Commision ( IEC ) adalah sebgai berikut :
1.      Enzim yang berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi contoh oksigenase
2.      Enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan gugus tertentu contoh enzim transaminase
3.      Enzim yang berperan dalam reaksi hidrolisis contoh peptidase
4.      Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi addisi atau pemecahan ikatan rangkap contoh liase
5.      Enzim yang berperan dalam mengkatalisis reaksi isomerisasi contoh alanin rasemase
6.      Enzim yang berperan dalam mengkataliser reaksipembentukan ikatan dengan bantuan pemecahan ikatan dalam ATP( ligase ) ( M.T. Simanjuntak, 2003).
Seperti molekul protein lainnya sifat biologis enzim sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiko kimia. Enzim bekerja pada kondisi tertentu yang rerlatif ketat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerj enzim antara lain suhu, pH, oksidasi oleh udara atau senyawa lain, penyinaran ultraviolet, sinar x, α, β, dan γ. Di samping itu, kecepatan reaksi enzimatik dipengaruhi pula oleh konsentrasi enzim maupun substratnya ( Hafiz Soewoto,2000).

Pengaruh konsentrasi substrat :
Pada suatu reaksi enzimatik bila konsentrasi substrat diperbesar, sedangkan kondisi lainnya tetap, maka kecepatan reaksi (v) akan meningkat sampai suatu batas kecepatan maksimum (V). Pada titik maksimum ini enzim telah jenuh dengan substrat.
Dalam suatu reaksi enzimatik, enzim akan mengikat substrat membentuk kompleks enzim-substrat [ES], kemudian kompleks ini akan terurai menjadi [E] dan produk [P]. Makin banyak kompleks [ES] terbentuk, makin cepat reaksi berlangsung sampai batas kejenuhan [ES]. Pada konsentrasi substrat [S] melampaui batas kejenuhan kecepatan reaksi akan konstan. Dalam keadaan itu seluruh enzim sudah berada dalam bentuk kompleks E-S. Penambahan jumlah substrat tidak menambah jumlah kompleks E-S.



.
II.                Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim katalase.

III.             Hipotesis
Hipotesis dari praktikum ini adalah bahwa konsentrasi substrat berpengaruh terhadap aktivitas enzim katalase.

IV.             Alat dan Bahan

1.      Tabung Reaksi dan rak Tabung Reaksi
2.      Mistar
3.      Pipet ukutan 10ml dengan penyedotnya
4.      Pena marker atau label
5.      Scalpel atau cutter
6.      Akuades
7.      Hati sapi segar
8.      Hidrogen Peroksida (H2O2

V.                Cara Kerja
1.      Siapkan 5 tabung reaksi yang diberi label 1-5
2.      Ambil hidrogen peroksida (H2O2) dan akuades kedalam tabung reaksi dengan volume sebagai berikut:
Tabung Reaksi
Volume (mL)
 H2O2
Akuades
1
0
10
2
2,5
7,5
3
5
5
4
7,5
2,5
5
10
0

3.      Aduk larutan pada tiap-tiap tabung reaksi
4.      Sementara ada beberapa yang menyiapkan tabung reaksi, yang lain menyiapkan 5 potong hati sapi berbrntuk balok dengan panjang 6cm, lebar 0,5cm, dan tinggi 0,5cm.
5.      Masukkan masing-masing potongan hati sapi kedalam tabung reaksi. Tandai ketinggian awal permukaan larutan dengan menggunakan pena marker.
6.      Setelah 5 menit ukur ketinggian gelembung oksigen yang terbentuk di dalam tabung reaksi. Jika gelembung oksigen pada salah satu tabung reaksi sudah mencapai salah satu mulut tabung sebelum 5 menit, maka ukur ketinggian gelembung pada semua tabung reaksi. (ketinggian gelembung oksigen diukur mulai dari batas awal tanda marker sampai batas teratas gelembung oksigen).
7.      Catat data yang kamu peroleh pada tabel.
8.      Buatlah suatu grafik sebagai hubungan aktivitas enzim menggunakan ketinggian gelembung oksigen dengan konsentrasi Hidrogen Peroksida.

VI.             Hasil Praktikum

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabung Reaksi
Volume (mL)
Ketinggian (cm)
Adanya Gelembung
Banyak Gelembung
waktu
 H2O2
Akuades
awal
akhir
1
0
10
7
9,8
tidak ada
-

2
2,5
7,5
7
luber
ada
++
01:52.6
3
5
5
7
luber
ada
+++
01:41.1
4
7,5
2,5
7
luber
ada
++++
00:10.6
5
10
0
7
luber
ada
+++++
00:08.1





VII.          Analisis Data
a)                  Tabung reaksi 1,yaitu pada 10 ml aquades. Tidak terjadi reaksi apapun. Tidak muncul gelembung dan tidak terjadi perubahan ketinggian.
b)                  Tabung reaksi 2, yaitu pada 7,5 ml aquades dan 2,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi walaupun berjalan lambat. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya sedikit gelembung dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian maksimum (luber) yaitu 1 menit 52 detik.
c)                  Tabung reaksi 3, yaitu 5,0 ml aquades dan 5,0 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang lebih cepat di banding pada tabung reaksi 2. Hal ini dikarenakan dalam waktu 1 menit 41 detik muncul gelembung dengan ketinggian maksimum (luber)
d)                 Tabung reaksi 4, yaitu 2,5 ml aquades dan 7,5 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang cepat disbanding tabung reaksi 3. gelembung sudah melebihi mulut tabung reaksi pada detik ke-10
e)                  Tabung reaksi yang ke-5, yaitu 10 ml hidrogen peroksida, terjadi reaksi yang sangat cepat, karena gelembung melebihi mulut tabung reaksi hanya dalam waktu 8 detik
VIII.       Diskusi (Jawaban Pertanyaan)
1.      Darimanakah sumber katalase pada percobaan ini?
Jawab: Sumber katalase pada percobaan ini adalah hati sapi dengan hidrogen peroksida sebagai substratnya.
 





IX.             Simpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      aquades sebanyak 10 ml tidak mempengaruhi kecepatan reaksi sama sekali ( karena tidak ada substrat)
2.      Adanya hidrogen peroksida, menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat
3.      Hati sapi berperan sebagai enzim, sedangkan hidrogen peroksida sebagai substratnya (bahan tempat enzim bekerja).
4.      Jumlah atau konsentrasi substrat berpengaruh terhadap mekanisme kerja enzim. Kerja enzim berlangsung lambat apabila jumlah substratnya sedikit. Sebaliknya, jika jumlah substratnya banyak, maka akan semakin cepat kerja suatu enzim tersebut.

X.                Daftar Pustaka
Sembiring, Langkah. 2006. Biologi Untuk Kelas XII. Jakarta: Sunda Kelapa
http://chocolate-purplepharmacy.blogspot.com/2011/04/pengaruh-suhu-ph-konsentrasi-enzim.html

Lampiran 









9.06.2011

Proposal Penelitian Biologi

Hi guys, aku mau share nih tugas kelompok aku.
beberapa waktu yang lalu, guru Biologi nyuruh buat bikin Proposal Penelitian gitu.
hmm.. actually proposal ini tidaklah sempurna (namanya juga masih belajar) :)
semoga bermanfaat ya? Cekidot!



 
 Analisis Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)

Proposal Penelitian

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi






Oleh:
1.      Agustaf Prasetiyo                                     (XII IPA 3-02)
2.      Ellizabeth Kristin Permatasari       (XII IPA 3-11)
3.      Kamal Firmansyah                        (XII IPA 3-18)
4.      Monika Meitasari Astuti               (XII IPA 3-24)
5.      Tri Rustiyaningsih                         (XII IPA 3-31)



SMAN 1 BOJA
2011/2012

HALAMAN PENGESAHAN


Analisis Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)

Oleh:
1.      Agustaf Prasetiyo                                     (XII IPA 3-02)
2.      Ellizabeth Kristin Permatasari       (XII IPA 3-11)
3.      Kamal Firmansyah                        (XII IPA 3-18)
4.      Monika Meitasari Astuti               (XII IPA 3-24)
5.      Tri Rustiyaningsih                         (XII IPA 3-31)


Boja, 3 Agustus 2011
Pembimbing



Prasida Widiyanto, S.Pd




I.                   Judul Penelitian
Analisis Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)

II.                Peneliti
1.      Agustaf Prasetiyo                               (XII IPA 3-02)
2.      Ellizabeth Kristin Permatasari             (XII IPA 3-11)
3.      Kamal Firmansyah                              (XII IPA 3-18)
4.      Monika Meitasari Astuti                     (XII IPA 3-24)
5.      Tri Rustiyaningsih                               (XII IPA 3-31)


III.             Latar Belakang
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan jumlah dan atau ukuran sel dan tidak dapat kembali ke bentuk semula (irreversible). Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan/ pematangan. Perkembangan tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat diamati. Kedua proses tersebut  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam siklus kehidupan Makhluk Hidup, tidak terkecuali pula dalam kehidupan tanaman. Dalam siklus hidupnya, tanaman tentu mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah nutrisi. Nutrisi mempunyai peranan yang sangat besar bagi kelangsungan hidup tanaman. Nutrisi tersebut dapat berupa air, CO2, dan bahan-bahan mineral. Komponen-komponen tersebut dapat diperoleh tanaman dari pemberian pupuk. Salah satu jenis pupuk yang beredar di Masyarakat adalah Pupuk Urea.
Maka berdasarkan Latar Belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Analisis Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)



IV.             Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahannya adalah sebagai berikut: Bagaimana pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)?


V.                Hipotesis
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
1.      Pupuk Urea berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang Hijau (Vigna radiate)
2.      Pupuk Urea tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Kacang hijau (Vigna radiate)

VI.             Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:
a.       Mengetahui pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate)
b.      Menganalisis dampak yang ditimbulkan dari pemakaian pupuk urea

VII.           Manfaat Penelitian
1.      Bagi Peneliti:
-          Dapat mengembangkan sifat ilmiah peneliti
2.      Bagi Pembaca:
-          Dapat menambah wawasan khususnya tentang materi Pertumbuhan dan Perkembangan
3.      Bagi Sekolah/lembaga
-          Dapat menambah khasanah kepustakaan dan dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut.

VIII.       Landasan Teori
1.      Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
-          Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur, dan keseimbangan metabolic.
Perkembangan adalah bertambah kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses pematangan sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan system organ yang berkembang sedemikian rupa, sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya (Soetjiningsih 1988)
-          Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organism yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana suatu organism yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahanwaktu.

Perkembangan adalah suatu proses differensiasi, organogenesis dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan dewasa. Perkembangan lebih bersifat kualitatif, dimana suatu organism yang sebelumnya masih belum matang dalam sistem reproduksinya (dewasa), menjadi lebih dewasa dan matang dalam sistem reproduksinya sehingga dapat melakukan perkembangbiakan. (Yahoo Answer)

2.      Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
A.    Faktor Luar
-          Air dan Mineral : berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
-          Kelembaban: Tingkat kelembaban udara atau tanah yang dibutuhkan setiap tumbuhan berbeda-beda. Ada tumbuhan yang membutuhkan tanah dengan kelembaban tinggi, misalnya lumut hati. Sebaliknya ada juga tumbuhan yang tumbuh dengan baik pada habitat tanah dengan kelembaban rendah, misalnya Aloe vera (Lidah Buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.
-         Suhu di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
-         Cahaya :  mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.
B.     Faktor Dalam
-          Faktor hereditas.
-          Hormon
a.       Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- membantu perkecambahan
- dominasi apikal
b.      Giberelin
Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.
Fungsi giberelin :
- pemanjangan tumbuhan
- berperan dalam partenokarpi
c.       Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.
d.     Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
e.     Asam absiat
f.       Florigen
g.      Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
- Rhizokalin
- Kaulokali
- Filokalin
- Antokalin
h.      Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka

3.      Jenis-Jenis Pertumbuhan
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.(Lampiran 1)
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar membentuk felem : sel-sel mati
(Lampiran 2)







4.      Botani Tumbuhan Kacang Hijau
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan          : Plantae
Divisi               :
Magnoliophyta
Kelas               :
Magnoliopsida
Ordo                :
Fabales
Famili              :
Fabaceae
Genus              :
Vigna
Spesies            : V. radiate
Nama binomial : Vigna radiata

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.


5.      Peran Nutrien bagi pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau
Setiap mahkluk hidup pasti membutuhkan nutrien sebagai sumber energi pertumbuhan, demikian pula halnya dengan tanaman. Untuk dapat hidup dan berkembang secara baik setiap harinya tanaman membutuhkan bahan nutrisi berupa unsur hara yang dapat dikonsumsi.
Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, tentunya memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut, sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya, demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut kurang dari takaran yang semestinya diberikan.
Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman : Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
ü Unsur Hara Makro, yaitu unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar.
ü Unsur Hara Mikro, yaitu unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil.
Unsur hara makro meliputi : N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan unsur hara mikro meliputi : Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, dan Cl.


6.      Pupuk Urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang  mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.
Kegunaan pupuk Urea
Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
1.      Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa
2.      Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
3.      Menambah kandungan protein tanaman
4.      Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan
Spesifikasi
·         Kadar air maksimal 0,50%
·         Kadar Biuret maksimal 1%
·         Kadar Nitrogen minimal 46%
·         Bentuk butiran tidak berdebu
·         Warna putih

Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen
1.      Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan
2.      Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
3.      Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas
4.      Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
5.      Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya
(Lampiran 3)
IX.             Metode Penelitian
1.      Jenis pendekatan
Jenis Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Eksperimen
2.      Objek Penelitian
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalahTumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiate). Tanaman Kacang Hijau dipilih sebagai objek kareana tanaman Kacang Hijau mempunyai daur hidup yang pendek, sehingga mudah untuk diteliti.
3.      Variabel Penelitian
Variabel adalah gejala yang bervariasi dan menjadi objek penelitian
a.       Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau
b.      Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kadar  pupuk urea pada tanaman kacang hijau
c.       Variabel kontrol dalam  penelitian ini yaitu pemberian pupuk urea  dengan volume sedang

4.      Sumber Data
1.Sumber Data Primer
Sumber data primer  diperoleh dari penelitian yang dilakukan
2.Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder atau data pelengkap, yang diperoleh dari buku, kepustakaan, bulletin, majalah, internet dan sebagainya.

5.      Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan Metode Dokumentasi.
6.      Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Teknik Deskripsi.



X.                Persiapan Alat dan Bahan
Adapun Alat dan Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1.      Alat:
-          Polybag
-          Cangkul/sekop
2.      Bahan:
-          Benih Kacang Hijau
-          Pupuk Urea
-          Tanah
-          Pupuk
-          Air 
XI                  Daftar Pustaka
Sembiring, Langkah. 2006. Biologi Untuk Kelas XII. Jakarta: Sunda Kelapa
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100802060727AAxvCBR
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0054%20Bio%202-3a.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau          
http://www.petrokimia-gresik.com/urea.asp

Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon