Sabtu, 25 Februari 2012

Galau Masa Depan

stress!!! itu yang gue alami belakangan ini.
Penuh dengan kegalauan dan keraguan. terkadang saat gue bangun tidur gue udah nge-think duluan: "Bakal jadi apa gue hari ini? bakal jadi apa gue besok?"
dan menurut gue itu normal, seperti remaja kelas 12 lainnya yang sedang galau memikirkan masa depan dan tujuan hidup.
"Mau jadi apa gue besok?" pertanyaan itu seakan mengusik gue hari-hari belakangan ini.
gue memang sudah menetapkan tujuan hidup dan rencana kedepan, buat menuju ke kehidupan sebenarnya. gue selalu mendoakan untuk itu.
namun kadang kenyataan memang sulit buat kita terima, sulit buat kita mengerti. dan terkadang banyak statements dari orang-orang yang meremehkan dan meragukan kemampuan kita, begitu menohok dan membuat kita down!
ucapan-ucapan pedas mereka, cacian yang seakan merendahkan. ya, gue mengalami semua itu guys. hal itu membuat gue yang semula yakin dengan tujuan hidup dan cita-cita gue, sekarang jadi ragu dan dan bimbang.
ada statement seperti ini (so sorry to say here, but this is how I feel)
"si A aja yang pinter itu aja nggak keterima di Perguruan Tinggi X, apalagi kamu!"
hal itu begitu menusuk, menohok dan mengusik gue! dengan sabar gue cuma menghadapi statement itu dengan diam dan mencoba untuk lapang. gue sadar, gue nggak se-pinter si A. gue cuma seorang kecil yang mempunyai impian besar, yang sudah selama berbulan-bulan ini gue doakan.
namun yang gue heran, kenapa justru statement itu diucapkan oleh seseorang yang seharusnya jadi panutan dan yang seharusnya bisa memotivasi kita, sesuai dengan janji mereka-mencerdaskan kehidupan bangsa.  bahkan orang tua gue sendiri nggak pernah sekalipun bilang seperti itu. tapi dia?
Gue nggak habis pikir, kenapa begitu tega ia mengucapkan statement itu didepan banyak orang dengan santainya?
tapi hal ini membuat gue sadar, I'm nothing. gue bukanlah apa-apa, terlebih dimata dia.
tapi apa salahnya mencoba?? Rezeki orang sudah ada yang mengatur. namun sebagai seorang manusia, sudah seyogyanya kita tetap berusaha.
ini menjadi ujian mental yang berat bagi gue. antara tetap yakin dengan pendirian atau tidak mencoba sama sekali.
jujur, gue sangat kecewa. dan kekecewaan gue begitu membuncah, terlebih saat menulis postingan ini. masih terekam jelas perkataan orang itu, dan rasanya ingin sekali gue hilangkan statement itu dari pikiran gue. tapi sampai sekarang, belum bisa!
gue terlalu lemah, gue nggak mungkin lari dari kenyataan.
disaat-saat seperti inilah peran dan campur tangan orang tua begitu besar. mereka selalu mendukung apa yang gue kerjakan, dan memberikan kebebasan memilih apa yang gue inginkan selama hal itu positif dan tidak menimbulkan masalah.  gue selalu ceritakan apa yang gue alami, keraguan gue, dan gue selalu meminta pendapat tentang prospek dimasa depan. setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. begitu pula orangtua gue.
perasaan tidak enak ini selalu muncul, gue selalu menyusahkan mereka. Monika yang sudah 17 tahun ini belum bisa mandiri. gue begitu menyusahkan mereka.

Ibu... maafkan anakmu yang rewel dan bawel ini. yang susah untuk disuruh makan, malas bersih-bersih rumah, mencuci pakaian, yang sering membangkang dan pemalas ini. yang terkadang memprotesku karena sering memakai celana pendek dirumah.
aku tahu, dibalik sikapmu dan kecerewetanmu kau tentu menginginkan yang terbaik bagi anakmu ini. walau terkadang kau begitu capek untuk memarahiku dan tak segan-segan menggunakan nada tinggi ketika berbicara denganku. namun aku tahu, kau begitu menyayangiku. katamu: "Segalak-galaknya harimau, tentu mereka nggak akan pernah memakan anaknya" secerewet-cerewetnya seorang ibu, dibalik itu mereka begitu menyayangi kita dan selalu ingin mengusahakan yang terbaik untuk kita. Aku sangat menyayangimu ,ibu... sangat! :')

Bapak... maafkan pula anakmu, anak perempuan pertamamu yang belum dapat menjadi panutan yang selalu menyusahkanmu. yang kadang-kadang minta diantar saat ke sekolah, yang tiba-tiba telpon mendadak karena ingin dijemput saat pulang sekolah. dan sifatku yang terkadang begitu menyebalkan ini. aku tahu, bapak ingin 'sesuatu' itu kan? 'sesuatu' yang sudah sekian lama kau idam-idamkan, yang sudah kau rencanakan untuk membelinya sejak sekian lama, dan butuh uang yang begitu banyak untuk merealisasikannya. kau begitu sabar dan dengan tekun mengumpulkan uang untuk itu. namun kau tidak egois. kau lebih mendahulukan kepentingan anakmu. kau ingin sekali merealisasikan impian anakmu ini. aku tahu, uang yang telah kau kumpulkan lebih dari cukup untuk membeli 'sesuatu' itu namun kau lebih mendahulukan aku. "Bapak sebenarnya bisa beli 'sesuatu' itu dari dulu, tapi kayaknya itu nggak terlalu penting. yang penting masa depanmu dulu"
Aku akan merealisasikan 'sesuatu' itu untukmu pak, doakan anakmu ya :') aku sangat menyayangimu

Terimakasih Tuhan telah menitipkanku pada kedua orangtuaku. orang tua terbaik sedunia.

gue ingin mengusahakan yang terbaik untuk mereka, walaupun akan ada rintangan yang menghadang didepan , namun inilah gue dan inilah impian gue. gue akan berusaha mewujudkannya dan gue akan mendoakan untuk itu :)
statement-statement dan celaan-celaan yang menohok itu gue jadikan sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Berkati ya, Tuhan :)

Ini aku, Monika Meitasari Astuti :)


Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon