Jumat, 17 Desember 2010

"KASIH Seorang SAHABAT"

Setiap manusia dalam hidupnya memerlukan orang lain, oleh karena itulah mereka disebut makhluk sosial. Kalian juga pasti memerlukan orang lain untuk tempat berbagi cerita, pengalaman, untuk meminta nasehat, dan lain-lain. Sejak kecil kita sudah mempunyai sahabat dan belajar untuk bersahabat. Seseorang yang disebut sahabat itulah yang akan mengisi hidup kita, memperhatikan dan memberi nasehat kepada kita.

Apabila seseorang mengasihi sahabatnya, maka ia tidak akan berbuat sesuatu yang merugikan sahabatnya. Ia malah memberikan sesuatu, memikirkan sesuatu yang terbaik untuk sahabatnya.

"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17).

Sahabat yang baik tidak akan menjerumuskan temannya pada tindakan yang salah atau meninggalkannya pada saat kesukaran datang. Justru pada saat seperti itulah kita membutuhkan nasehat, dukungan, penghiburan, dari sahabat-sahabat kita. Kesusahan bagaikan alat penguji besarnya kasih seorang sahabat. Melalui kesukaran, kita dapat melihat kesetiaan sahabat kita.

Bagaimana cara membina persahabatan yang telah ada? Biasanya banyak orang yang meninggalkan sahabatnya karena kesibukan belajar/bekerja, jarak yang terlalu jauh sehingga kesempatan untuk bertemu semakin sedikit, bahkan ada juga karena sahabat kita telah memiliki pasangan hidup. Membina persahabatan tidaklah mudah. Untuk membina persahabatan diperlukan usaha dari kedua belah pihak, antara lain menyisihkan waktu untuk berkomunikasi (melalui surat, telepon, tatap muka, email, dll), kerelaan untuk berkorban bagi sahabat (uang, waktu, hobby, dll).


Liping, gadis kecil disuruh ibunya ke toko dekat rumahnya untuk membeli sesuatu, dengan pesanan untuk segera kembali ke rumah setelah membeli barang yang dimaksud. Namun sejam...dua jam kini telah berlalu. Liping belum juga kembali dan hal ini membuat ibunya penasaran dan cemas.

"Ke mana saja engkau pergi?" Tanya ibunya dengan teriakan keras ketika Liping akhirnya muncul di depan pintu. "Mami...maafkan Liping. Aku tahu kalau aku terlambat pulang." Kata Liping penuh penyesalan. "Tapi...tadi boneka Lingling, teman Liping, rusak. Aku harus membantunya memperbaiki boneka itu." Lanjut Liping menjelaskan.

"Engkau membantu Lingling memperbaiki bonekanya? Bagaimana caranya engkau memperbaikinya?" Lanjut ibunya dengan penuh rasa heran. "Jujur bu...,saya tak mampu perbaiki bonekanya...saya hanya duduk di samping Lingling dan menangis bersamanya." Lanjut Liping.


Sahabat adalah ia yang senantiasa berada di sampingku, bahkan juga di saat ketika dunia seakan mati.

Sahabat yg baik tidak hanya berdiri di pihak kita dan membenarkan segala tindakan kita, tetapi akan memberi teguran juga apabila kita melakukan hal yang salah. Ia tidak menutupi kesalahan temannya, melainkan menunjukkan jalan yang benar (1 Korintus 13).

Dalam suatu persahabatan tidak mustahil akan terjadi pertengkaran atau perbedaan pendapat karena latar belakang kehidupan yang membentuk kita selama bertahun-tahun pun berbeda dengan orang lain. Setiap manusia memang memiliki karakter yang berbeda dan unik. Hal ini wajar dan malah dapat membangun diri kita sendiri. Bersahabat secara positif akan memperluas cakrawala pengetahuan kita, membuat kita makin dewasa dalam hidup kita. Dengan perbedaan pendapat kita diajar untuk menghargai pendapat orang lain, untuk menerima kekurangan dan kelebihan sahabat kita.

Marilah kita mulai belajar untuk mengasihi sahabat kita, untuk mengerti dan menerima dia apa adanya, untuk saling menegur dan menasehati seperti yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita. Janganlah ragu untuk memberikan perhatian-perhatian kecil kepada sahabatmu baik dalam kehidupan sehari-hari atau pada saat terjadinya peristiwa penting dalam hidupnya baik yang menggembirakan (misalnya pada saat ia berulang-tahun, pada hari Valentine, hari Natal, dll) maupun pada saat ia mengalami kesedihan yang mendalam (misalnya saat ia gagal dalam studi, orangtuanya meninggal, putus dengan pacar, dll).


Persahabatan antara kita, anak-anak Tuhan, adalah yang terindah dari semua persahabatan karena didalamnya ada pengampunan Tuhan Yesus, ada kasih seperti kasih yang telah diberikan Tuhan Yesus di atas kayu salib.

"Inilah perintah-KU, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." Yohanes 15:12-13. Amin.~


GOD Bless us.~
Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon