Rabu, 24 Februari 2010

for my beloved mother

Surat Kepada Ibu
by Monika Meitasari Astuti

Ibu apa kabar, bu?
Lewat secarik kertas ini, ananda ingin sampaikan curahan hati ananda
Ibu, begitu banyak kata-kata indah untuk melukiskan betapa murninya hatimu,
Begitu banyak alunan nada yang mengalun tuk puji kerendahan hatimu.
Tlah kita rajut bersamamu, beribu hari, berjuta langkah…
Bersamamu ibu,
tlah kau ajarku tuk temukan arti kehidupan fana ini. Kau ajarkan betapa berharganya hidupku.
Betapa berat perjuanganmu untuk lahirkan aku, tuk buatku dapat melihat indahnya dunia.
28 Mei, 15 tahun yang lalu…
dengan susah payah kau lahirkanku, dengan sakit dan perih yang mendalam…
dengan penuh kesabaran kau besarkan aku, dengan penuh perhatian dan kelembutan kaulawat aku
tak sekalipun pernah kau mengeluh.
Sekalipun kau harus berjalan menyusuri lembah kelam kehidupan ini,
sekalipun badai dan topan kehidupan siap menghadang didepan sana.
Foto itu masih tersenyum, dimana disana telah terlukis sesosok wanita luar biasa, yang begitu cantik… dengan senyumnya yang merekah, membelai lembut sosok mungil. Ya, itu aku.
Tergambar jelas disana, betapa murninya kasihmu yang kau beri untukku, belaian lembut itu, senyuman yang merekah, ananda begitu rindu satiap belaian darimu ,ibu.. ananda tak ingin kehilangan ibu…
Dengan peluhmu kau bekerja tiap hari,
pagi-pagi kau sudah siapkan segala keperluan untuk kami, selagi kami masih terlelap dan melayang dalam indahnya bunga tidur..
dengan langkah kakimu, kau susuri jalan menuju padang bakti
kau kenakan seragam PSH itu, bersiap tuk bagikan ilmumu kepada putera-puteri Indonesia..
begitu bangganya ananda milikimu, pelita dikala gelap, senyum disetiap butiran mutiara bening yang mengalir dari pelupuk mataku…
ibu, aku mencintaimu, aku ingin menerimamu apa adanya…
meskipun dengan kata-kata pedas yang selalu terlontar dari bibirku, dengan perbuatanku yang selalu membuatmu kecewa, mengiris, melukai sukmamu…
maafkan ananda ibu, terlalu banyak khilaf yang ananda buat, hingga membuat bendungan air matamu luruh…
maafkan ananda, ibu….
Yang belum dapat membalas besarnya kasihmu…
Yang belum dapat membahagiakanmu, hingga saat ini, hingga putih rambutmu…
Maafkan ananda ,ibu…
Ananda hanya ingin ibu tahu, betapa besarnya rasa cinta ini untukmu…
Betapa ananda mencintaimu, dan bangga memanggilmu ‘ibu’
Rasa ini takkan pernah padam
Selamanya… sampai putih rambutku

Teriring do’a ananda
Cute Polka Dotted Rainbow Bow Tie Ribbon